[Iklan Atas]
Mengapa Membeli Laptop Bekas?
Dengan anggaran 4-5 juta rupiah, kamu hanya akan mendapatkan laptop baru dengan spesifikasi sangat rendah (prosesor Celeron/Pentium, material plastik tipis). Namun dengan budget yang sama, kamu bisa mendapatkan laptop bekas kelas bisnis (seperti ThinkPad, Dell Latitude) dengan prosesor Core i5 yang jauh lebih bertenaga dan build quality yang kokoh.
Cek Fisik Secara Menyeluruh
Langkah pertama saat COD (Cash On Delivery):
- Cek Engsel (Hinge): Buka tutup layar beberapa kali. Pastikan engsel kokoh dan layar tidak goyah.
- Cek Layar (LCD): Nyalakan laptop, ubah wallpaper menjadi warna putih solid, merah, hijau, biru, dan hitam. Periksa dengan teliti apakah ada dead pixel (titik mati), white spot (bercak putih), atau garis pada layar.
- Cek Bodi dan Baut: Perhatikan sudut-sudut laptop apakah ada bekas jatuh/penyok. Cek juga baut di bagian bawah; jika banyak yang hilang atau aus, kemungkinan laptop sering dibongkar pasang.
Cek Komponen Internal (Hardware)
- Keyboard dan Touchpad: Buka situs Keyboard Tester Online. Tekan semua tombol satu per satu dan pastikan merespon dengan baik.
- Kesehatan Hardisk/SSD: Bawa flashdisk berisi software "Hard Disk Sentinel". Cek apakah Health masih 100% atau sudah turun. Jika di bawah 80%, kamu harus siap anggaran ekstra untuk menggantinya.
- Kondisi Baterai: Buka Command Prompt, jalankan perintah "powercfg /batteryreport". Kamu akan mendapatkan laporan lengkap mengenai kapasitas asli baterai saat baru (Design Capacity) dibandingkan kapasitas maksimalnya saat ini (Full Charge Capacity). Jika penurunannya lebih dari 40%, baterai sudah masuk kategori "bocor" atau drop.
[Iklan Bawah]