Pentingnya Memisahkan Partisi Sistem dan Data
Saat pertama kali membeli laptop baru, biasanya seluruh kapasitas penyimpanan (baik HDD maupun SSD) digabungkan menjadi satu partisi besar, yaitu Drive C. Sangat disarankan untuk membaginya (shrink) menjadi minimal dua partisi: Drive C untuk Sistem Operasi & Aplikasi, dan Drive D untuk Data Pribadi (Dokumen, Foto, Video, Pekerjaan). Tujuannya agar saat Windows mengalami error atau harus diinstal ulang, data pribadi Anda di Drive D tetap aman dan tidak terhapus.
Langkah Membagi Partisi Tanpa Kehilangan Data
Di Windows 11, Anda tidak perlu menginstal aplikasi pihak ketiga. Cukup gunakan fitur bawaan bernama Disk Management. Ikuti panduan langkah demi langkah berikut:
- Buka Disk Management: Klik kanan pada tombol Start Menu Windows, lalu pilih Disk Management dari daftar yang muncul.
- Pilih Drive yang Ingin Dibagi: Cari Drive C: (Primary Partition). Klik kanan pada drive tersebut, lalu pilih opsi Shrink Volume.
- Tentukan Kapasitas Partisi Baru: Sistem akan menganalisis ruang kosong yang tersedia. Di kolom "Enter the amount of space to shrink in MB", masukkan kapasitas yang ingin Anda alokasikan untuk partisi baru (Drive D). Ingat, 1 GB = 1024 MB. Misalnya, jika ingin membuat partisi 100 GB, masukkan nilai 102400. Klik tombol Shrink.
- Format Partisi Baru: Anda akan melihat ruang hitam baru berlabel "Unallocated space" di bagian bawah. Klik kanan pada ruang kosong tersebut, lalu pilih New Simple Volume.
- Atur Drive Letter: Klik Next, tentukan huruf drive yang diinginkan (biasanya otomatis memilih huruf D), lalu klik Next.
- Format dan Beri Nama: Pilih file system NTFS, beri nama partisi pada kolom "Volume label" (misalnya: DATA), centang opsi "Perform a quick format", lalu klik Next dan Finish.
Kini partisi baru Anda sudah siap digunakan! Anda dapat mulai memindahkan file-file dokumen penting dari Drive C ke Drive D agar penyimpanan sistem operasi tetap longgar dan berjalan lebih responsif.